FREKWENSI MENGANDUNG INFORMASI 08/24/2010
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 24 Agustus 2010. Pada tanggal 23 Agustus 2010 sekitar jam 20.00 WIB malam, penulis menonton siaran layar televisi swasta RCTI yang menayangkan acara Maha Karya dari Istora Senayan Jakarta dalam rangka acara hari ulang tahun RCTI yang ke 21. Dalam acara tersebut penulis berkesan dengan salah satu acara yang diperagakan oleh salah seorang master dari Indonesia yang sering menampilkan acara hiptonis di layar kaca televisi Indonesia. Pertama-tama master tersebut menyuruh seluruh penonton di studio mengeluarkan kertas dan spidol yang sudah disiapkan dibawah kursi, juga untuk penonton di rumah-rumah yang menonton acara tersebut melalui layar televisi agar menyiapkan kertas dan vulpen/spidol. Selanjutnya dia memberi penjelasan di atas panggung yang artinya kira-kira sebagai berikut : setiap manusia pada saat berbicara atau mengeluarkan pendapat, dari dalam dirinya akan mengeluarkan informasi yang berupa partikel-partikel yang menyebar di udara dan partikel-partikel yang mengandung informasi tersebut akan diterima oleh pihak lain, walaupun kalimat yang diucapkan berbeda bahasanya (catatan : jika terjadi perbedaan pengertian, akan diperbaiki kemudian). Pada peragaan tersebut, master dari Indonesia ini mengundang secara acak beberapa orang dari berbagai daerah yang bisa bicara bahasa daerah dan juga salah seorang penonton dari luar negeri (Perancis) yang ikut menyaksikan acara tersebut naik ke atas panggung. Kemudian menyuruh seluruh penontong dari bawah panggung (lebih dari 1000 orang penonton) menulis salah satu obyek apa saja dalam bahasa Inggris di atas selembar kertas kemudian dilipat menjadi pesawat sehingga bisa dilempar terbang ke atas panggung, ada banyak sekali kertas lipatan pesawat yang bertulisan terbang menuju panggung dan jatuh di lantai atas panggung. Salah seorang yang bisa berbahasa daerah yang telah ada diatas panggung ditugaskan memilih dan mengambil salah satu kertas lipatan yang telah dilempar ke atas panggung, kemudian menggambarkan objek tersebut pada kertas kosong tanpa diketahui apa yang digambar oleh orang Perancis yang ada diatas panggung maupun penonton yang ada di bawah panggung dan penonton dari rumah. Selanjutnya obyek yang telah digambar di atas kertas secara satu persatu diucapkan dalam bahasa daerah oleh mereka yang telah ada di atas panggung kepada orang Perancis tersebut (dia sudah tinggal di Indonesia selama 6 bulan). Bahasa daerah yang disampaikan antara lain berupa bahasa daerah Jogya, Tegal, Bali, Bajar dan bahasa daerah lainnya. Setelah orang Perancis tersebut selesai mendengar ucapan-ucapan kalimat dalam berbagai bahasa daerah, sang master bertanya kepadanya : apakah anda mengerti apa yang mereka katakan, orang Perancis menjawab : saya tidak mengerti. Dan selanjutnya sang master menyuruh orang Perancis tersebut menggambarkan obyek yang muncul dibenaknya pada saat mendengar atau setelah selesai mendengar bahasa daerah di atas kertas yang sudah disediakan. Setelah selesai, pertama-tama obyek yang digambarkan dan diucapkan dalam berbagai bahasa daerah ditunjukkan kepada penonton berupa gambar Handphone dan ada tulisan “handphone” disebelahnya. Setelah itu kertas yang telah digambar obyek/ditulis sesuatu oleh orang Perancis ditunjukkan kepada penonton, ternyata berupa tertulis kata “Phone”, Peragaan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Peragaan tidak sampai disini, selanjutnya adalah orang Perancis tersebut ditugaskan untuk memilih salah satu kertas lipatan pesawat yang sudah ada di atas panggung, dia memilih salah satu kemudian ganti lagi dengan yang lain, setelah itu gambar obyek yang dilihat di atas kertas lipatan digambarkan kembali di atas kertas kosong dan tidak diperlihatkan kepada penonton, baik pada penontong di atas panggung, di bawah panggung maupun penonton via layar televisi di rumah dari penjuru dunia. Penonton-penonton acara tersebut termasuk yang ada di rumah-rumah dari penjuruh dunia diminta memperhatikan ucapan-ucapan dari orang Perancis dalam bahasa Perancis, jika ada sesuatu obyek yang muncul dibenak penonton agar langsung ditulis atau digambarkan diatas kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Dirumah, kota Cakranegara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang lokasinya jauh dari Senayan Jakarta, penulis juga telah menyiapkan kertas dan vulpen untuk mengikuti acara ini, penulis memperhatikan dari layar kaca pada saat orang Perancis tersebut berbicara dalam bahasa Perancis yang tidak diketahui artinya; ditengah-tengah ucapannya, dalam batin (benak) penulis merasakan ada “sesuatu” melintasi di depan (diluar) layar televisi; penulis langsung menulis suatu kata sesuai dengan yang “melintas” di depan (diluar) layer televisi pada kertas dan tidak lagi memperhatikan ucapan-ucapan berikutnya yang belum habis diucapkan oleh orang Perancis dari atas panggung. Pada saat orang Perancis tersebut selesai bicara dalam bahasa Perancis, sang master menyuruh para penonton menulis atau menggambar obyek yang muncul dibenak mereka masing-masing, sesaat kemudian obyek yang ditulis/digambar oleh orang Perancis di atas kertas ditunjukkan kepada seluruh penonton baik yang ada di atas panggung, di bawah panggung maupun yang ada dirumah-rumah. Sesudah itu para penonton di studio baik yang ada di atas panggung maupun yang ada dibawah panggung menunjukkan gambar mereka, ternyata banyak sekali penontong yang menggambar obyek yang sama mirip dengan obyek yang digambar oleh orang Perancis tersebut, yaitu berupa satu buah rumah dan di sampingnya ada gambar pohon, keadaan ini mendapat tepuk tangan yang meriah dari para penonton di studio. Penulis jadi terdiam sejenak, karena yang “terlihat melintas” di depan (diluar) televisi tadi oleh penulis dan ditulis di atas selembar kertas tadi adalah kata “rumah”, ini disaksikan oleh seseorang yang duduk di samping penulis, apakah ini adalah kebetulan saja ? Karena hal ini dialami langsung oleh penulis, maka penulis menulis artikel ini. Pada tanggal 7 Mei 2009, penulis ada menulis satu artikel yang berjudul : “Lingkam, Pikiran (Otak) dan Kemampuan Pikiran” yang dimuat pada blog : www.cenjing.com, dalam artikel ini dikatakan : “Lingkam adalah informasi yang ditimbulkan oleh diri kita secara tiba-tiba, dan informasi ini timbul bisa disebabkan setelah diri kita menerima informasi dari luar”. Rupanya teori atau definisi yang tertulis dalam artikel tersebut telah terbukti pada malam hari tanggal 23 Agustus 2010 pada saat penulis menonton acara televisi RCTI. Menurut pendapat kami, “Lingkam” mungkin saja bisa timbul setiap saat dalam diri manusia, hanya saja ada yang memperhatikan dan ada yang abaikan begitu saja karena menurut mereka itu hanya kebetulan saja… Para pembaca yang budiman, bagaimana menurut pandangan anda ? Cerita 10 Orang Calon Detektif. 05/20/2010
Ditulis oleh Cenjing, pada tanggal 19 Mei 2010. Dalam suatu cerita ada 10 orang yang dilatih menjadi detektif yang profesional. Pada suatu pertemuan pembina melakukan pengujian untuk mengetahui ketelitian dari calon detektif yang dia latih. Pembina berkata kepada 10 orang calon detektif : Di atas meja ini ada sepotong roti, roti ini telah diolesi zat kimia tertentu yang membuat roti jadi harum. Jika anda memakan roti tersebut atau jika zat kimia yang terkandung pada permukaan roti tersebut mengenai bibir anda, maka saat itu juga anda pasti akan mual, mau muntah atau langsung muntah-muntah. Sang pembina melanjutkan pembicaraannya : kalian perhatikan, saya akan menggunakan jari saya menekan permukaan roti kemudian memasukan jari tersebut ke dalam mulut saya; apa yang telah saya lakukan kalian secara bergilir mengikutinya. Kemudian sang pembina melakukan seperti yang dia katakan, menggunakan jarinya menekan roti dan memasukan jarinya pada mulut, selesai peragaan tampak biasa-biasa saja tidak terjadi apa-apa. Calon detektif ke 1 mengikuti apa yang dilakukan oleh sang pembina, tapi pada saat jarinya masuk ke dalam mulut dia langsung mual dan muntah-muntah. Kemudian diikuti oleh calon detektif ke 2 juga mual-mual dan mau muntah. Calon detektif ke 3 melanjutkan peragaan, tapi tidak terjadi apa-apa seperti sang pembina. Calon ke 4, 5, 6 mengikuti cara-cara sang pembina tapi mereka merasa mual-mual dan mau muntah-muntah. Calon ke 7 juga melakukan peragaan, tidak terjadi mual. Calon ke 8 mual dan muntah-muntah. Calon ke 9 tidak mual dan tidak mau muntah. Calon ke 10 mual-mual dan mau muntah. Setelah semuanya melakukan peragaan, sang pembina berkata : di dalam 10 orang calon detektif, ada 3 orang yang teliti dan melakukan peragaan seperti yang saya lakukan, sedangkan 7 orang tidak memperhatikan cara-cara yang telah saya peragakan. Sang pembina melanjutkan penjelasan, berkata : sebagai seorang calon detektif yang profesional, anda harus memperhatikan dengan teliti apa yang telah terjadi. Jika itu kejadian itu terjadi di depan mata, maka anda betul-betul harus lihat dengan jelas apa yang sedang terjadi, bagaimana kronologinya, mengapa bisa jadi begitu dan lain sebagainya. Tadi saya telah berkata : jika zat kimia yang ada di atas roti mengenai bibir, atau roti masuk ke dalam mulut, maka langsung akan merasa mual atau muntah dan setelah saya peragakan, saya tidak mual dan muntah, demikian juga dengan calon detektif nomor 3, 7 dan 9, mereka memperhatikan peragaan saya dengan teliti dan mengikuti cara-cara saya, sedangkan sisa 7 orang yang lain tidak teliti, sehingga mereka menjadi mual-mual dan mau muntah. Kejadian-kejadian yang kita lihat secara langsung bisa saja terjadi kesalahan atau tafsiran yang salah, apalagi kejadian yang dialami oleh orang lain dan diceritakan kembali semakin besar persentasi penyimpangan dari kejadian sebenarnya. Sebagai seorang calon detektif yang profesional, anda harus mengerti hal tersebut. Sang pembina melanjutkan penjelasan : sebenarnya, walaupun kita bukan sebagai detektif atau bukan sebagai calon detektif, apa saja yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari yang sedang kita alami kita semestinya harus pikirkan dengan seksama, teliti memperhatikan apa yang terjadi akan membuat kita jadi tahu akan kebenarnya, dan hal-hal tertentu yang sudah lewatpun perlu juga kita renungkan kembali, dari renungan dan pikiran tersebut akan membuat kita menjadi lebih tahu dan lebih bijaksana. Para pembaca yang budiman, mungkin anda mempunyai pandangan tersendiri, mengapa 3 orang calon detektif tidak mual dan 7 orang yang lain terjadi mual-mual pada saat menekan roti dan memasukan jarinya ke dalam mulut. KAYU LAPUH TIDAK BISA DIUKIR (DIPAHAT). 05/09/2010
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 14 April 2010 Di dalam suatu pameran kesenian patung yang terbuat dari kayu, terlihat berbagai bentuk macam patung yang dipamerkan. Para seni ukir/pahat patung menggunakan keahlian mereka mengukir/memahat patung hingga menghasilkan berbagai macam bentuk patung-patung yang indah, untuk menghasilkan patung yang indah dan bagus, tidak hanya tergantung dari keahlian dari para seniman, tetapi kwalitas dari kayu juga memegang peranan penting. Kayu-kayu yang akan dipahat/diukir oleh para seniman adalah kayu-kayu yang telah dipilih dari yang berkwalitas, karena untuk menghasilkan karya seni yang tinggi atau patung yang bagus dibutuhkan kayu yang kwalitasnya baik, mereka (para seni) tidak akan mengukir kayu-kayu untuk karya seni jika kwalitas kayunya tidak baik atau mau (sudah) lapuh, karena hasil karyanya nanti jadi tidak baik, waktu yang dipakai juga jadi sia-sia. Di dalam menjalani kehidupan sehari-hari, jika kita ibaratkan adalah seorang seni ukir/pahat kayu dan diri kita sekaligus sebagai kayunya. Maka untuk menghasilkan hasil seni (kehidupan) yang baik, berkwalitas dan sukses, maka disamping kita harus memiliki kemampuan dan keahlian untuk mengukir diri sendiri, diri kita juga harus berkwalitas menyerupai kwalitas kayu yang baik. Kemampuan dan keahlian mengukir diri sendiri kita peroleh dari akumulasi pendidikan, latihan, praktek dan pengalaman yang kita peroleh selama hidup ini, sedikit demi sedikit kita pelajari dan dimengerti. Semua hal itu, baik berupa hal-hal yang kita pelajari dari pendidikan formal, kursus-kursus, didikan orang tua, pengalaman dari teman-teman maupun hal-hal yang pernah kita lihat, kita tahu, kita pikirkan dan analisa, dari kecil hingga tumbuh dewasa merupakan dasar pembentukan kemampuan dan keahlian diri kita sendiri. Kemampuan, keahlian dan profesional seseorang bukan begitu saja terbentuk, tetapi dipelajari dan dibina sedikit demi sedikit secara terus menerus. Sedangkan kwalitas diri sendiri dapat kita peroleh dengan cara mempelajari pendidikan kepribadian secara terus menerus, atau juga dapat diperoleh dengan cara sering mendengar ceramah agama dari orang yang memiliki pengetahuan agama yang moralitasnya tinggi. Setelah mengerti, dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, lama kelamaan dengan sendirinya akan membentuk diri pribadi yang bermoral tinggi dan berkwalitas baik. Semua yang diuraikan diatas yaitu kemampuan, keahlian, profesional, kepribadian yang baik, moralitas tinggi akan terbentuk dengan sendirinya jika diri kita dengan sengaja mau malakuan perubahan menuju perbaikan terhadap diri kita sendiri. Dan berhasil tidaknya hal tersebut bukan kita sendiri yang menilainya, tetapi merupakan penilaian dari orang lain. Jika anda menginginkan kehidupan yang berkwalitas seperti yang diuraikan di atas, maka langkah pertama adalah janganlah menjadi kayu yang lapuh, karena kayu lapuh tidak bisa diukir/dipahat. Ditulis oleh Cenjing, pada tanggal 8 April 2010 Dalam masyarakat tionghoa, ada ungkapan : Yi Rek We Se, Cung Seng We Fu; artinya sehari sebagai guru, seumur hidup sebagai papa (ayah). Ini merupakan salah satu kebudayaan tiongkok yang ada sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat tionghoa memiliki suatu budaya sangat menghormati orang tua (papa dan mama), diakui bahwa jasa orang tua (papa-mama) adalah paling besar. Sejak bayi masih di dalam kandungan ibu, ibu yang menghamili si bayi dengan hati yang mulia memperhatikan dan memelihara pertumbuhan sang bayi dalam kandungan; saat melahirkan bayi, betapa penderitaan dari seorang ibu yang menahan sakit. Saat bayi telah lahir, orang tua (papa-mama) lah yang paling memperhatikan si bayi, dirawat, dipelihara, diberikan yang terbaik kepada sang bayi. Saat bayi sudah berusia sekolah, mereka disekolahkan oleh orang tua, mereka diantar dan jemput ke sekolah. Pendek kata dari bayi hingga dewasa, para orang tua (papa-mama) bersedia menanggung segala penderitaan agar anak mereka bisa lebih baik, lebih pintar, lebih sehat… Dalam ungkapan “sehari sebagai guru, seumur hidup sebagai papa”. Ini menunjukan dalam kebudayaan tionghoa, mereka sangat menghormati guru hingga sang guru sebagai pengajar disejajarkan atau disamakan dengan orang tua (papa). Kenapa ? Guru, adalah mereka yang telah membimbing, membina, mengajar kita jadi lebih maju, walaupun ini hanya terjadi dalam waktu satu hari saja, mereka tetap adalah guru. Pengetahuan dari seorang guru, mereka peroleh dengan rajin belajar, rajin berekperimen, rajin mengevaluasi hal-hal yang dipelajari yang diterapkan dalam kehidupan. Bisa saja pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa hingga 2-3 tahun, atau 5-10 atau 20 tahun lebih. Dengan pengetahuan yang mereka miliki yang diperoleh dari tahun demi tahun, pada saat mengajarkan kepada muridnya pengalaman tersebut di-sharing, di-transfer dalam beberapa jam, beberapa hari atau beberapa bulan. Banyak sekali kejadian yang terjadi, setelah seorang (guru) mentransfer pengetahuannya kepada temannya atau kepada muridnya dan setelah temannya atau muridnya mengerti pengetahuan tersebut, sang teman atau sang murid malah menggeser posisi sang guru, mereka tidak berterima kasih kepada sang guru, malah merebut posisi sang guru, sungguh sangat “wang eng fu yi”, melupakan jasa dari seorang guru…, orang-orang tersebut sudah lupa atau tidak mengetahui kebudayaan “Yi Rek We Se, Cung Seng We Fu”… PERJALANAN SATU ABAD-1 03/15/2010
Sub Judul : Jasa Kedua Orang Tua Paling Besar. Ditulis oleh CenJing, pada tanggal 16 Maret 2010 Disebuah rumah bersalin nampak seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun sedang mondar-mandir di depan pintu kamar bersalin, dia kelihatan sedang tidak sabar menunggu kelahiran sang putra pertamanya yang menurut keterangan dokter kandungan bayinya adalah seorang laki-laki setelah di USG. Di depan kamar bersalin juga ada 2 orang wanita, yang satu adalah adik sang ayah dan yang satu adalah adik sang istri yang segera akan melahirkan anak, mereka sama-sama menunggu kehadiran sang bayi. Pada saat terdengar suara tangis keluar dari dalam kamar bersalin, pemuda beserta 2 orang wanita tampak tertawa senyum, dalam hati mereka mengatakan, akhirnya tiba saatnya yang kita nantikan yaitu kehadiran seorang anak bayi. Tangisan sang bayi menurut cerita orang-orang mengatakan bahwa sang bayi mengetahui kehadiran di dunia ini adalah suatu penderitaan, itu sebabnya dia menanggis, tapi menurut versi lain yang tercatat dalam buku catatan tangan (catatan pribadi shinshe) pengobatan tionghao tempo doeloe mengatakan, tangisan tersebut akan membuat saraf depan (ren mek) dan saraf belangkang (tu mek) menjadi tidak berhubungan langsung terus menerus (“terputus”), yang maksudnya kedua saraf tersebut terhubung berdasarkan waktu (jam) setiap hari. Dan pada saat bayi menangis ini, dia sudah mulai bernapas dengan hidungnya sendiri. Pada saat bayi masih di dalam kandungan ibu, dia bernapas dan mendapat supply makanan dari sang ibu melalui saluran yang menghubungi pusar sang bayi (tali pusar) dan pada saat sang bayi lahir, jika sang bayi tidak/belum menangis, maka napas dan supply makanan masih berasal dari ibunya, pada saat ini salurah ke pusar sang bayi (tali pusar) belum boleh digunting, harus menunggu bunyi tangisan dari bayi dulu. Dan biasanya para dokter/suster yang menangani kelahiran bayi menepuk bagian pantat bayi secara perlahan agar sang bayi menjadi nangis. Jika sudah terdengar suara tangisan dari sang bayi, dikatakan pada saat itu bayi sudah bernapas sendiri dan supply makanan dari saluran ke pusar bayi sudah berhenti dan saluran tali pusar sudah boleh digunting. Jika tepukan ringan dokter/suster belum menyebabkan bayi belum menangis, menurut catatan tangan (catatan pribadi shinshe) dari buku pengobatan tionghoa tempo doeloe tertulis boleh menggunakan api dari korek api (api yang kecil) membakar (memberi kejutan) saluran ke pusar bayi agar ada hawa panas (Yang Chi) yang masuk ke tubuh bayi sehingga dia bisa nangis dan bernapas sendiri, begitu kira-kira yang tercatat dalam catatan buku pengobatan tionghoa tempo doeloe, tentu saja pengetahuan kedokteran saat ini yang modern dan lebih maju mungkin mempunyai penjelasan yang berbeda, saya harap para pembaca tidak perlu memperdebatkan hal ini, karena ini adalah catatan pribadi shinshe tempo doeloe. Menurut para peramal yang meramal nasib berdasarkan tanggal lahir, pada saat bayi lahir ke dunia, tangisan ini merupakan saat pertama kali dia menghirup udara (energi positif atau Yang Chi dari alam) dan waktu inilah yang dipakai sebagai patokan untuk menentukan jam lahir. Demikian juga di rumah bersalin yang ada di tempat lain, begitu banyak bayi yang akan lahir dalam waktu yang hampir bersamaan; Yang menunggu kelahiran bayi tertawa saat bayi lahir, sedangkan bayinya pada nangis. Dengan menggunakan patokan tanggal lahir untuk meramal nasib, mereka yang lahir dalam waktu yang hampir bersamaan apakah memiliki nasib yang sama ? Waktu berjalan terus tidak menunggu siapapun, sang bayi yang telah lahir mendapat perhatian sepenuhnya dari orang tuanya. Mereka (ortu) dengan hati-hati dan penuh kasih sayang memelihara sang bayi. Saat bayi nangis segera dicari penyebab bayi jadi nangis dan segera diatasi, mungkin bayi sudah lapar, mungkin mau kencing atau buang air besar, sang ibu dengan sabar dan teliti memelihara, melindungi sang bayi. Jika ada kesulitan keuangan untuk memelihara sang bayi, maka sang ibu (ortu) dengan penuh semangat tanpa mengenal lelah untuk mencari nafkah agar sang bayi bisa tumbuh jadi anak remaja yang sehat… Saat usia sekolah, orang tua mencari uang membiayai sang anak untuk sekolah, ada yang kurang beruntung utang sana sini agar anak mereka bisa mendapat pendidikan, pakaian dan tempat tidur yang lebih baik, mereka siap menderita demi anaknya. Setelah dewasa, orang tua selalu mengharapkan anaknya menjadi orang yang berguna baik untuk dirinya sendiri, untuk keluarga, untuk masyarakat dan untuk negara. Begitulah kira-kira jiwa seorang ibu yang dengan kesabaran, dengan ketekunan memelihara dan melindungi anaknya dari bayi hingga dewasa, tanpa mengharapkan sesuatu balasan dari sang anak. Saat anaknya sudah berkeluarga, sang ibu masih dengan penuh walas kasih terhadap anaknya dan mengharapkan anaknya bisa hidup bahagia. Sebagai seorang anak, untuk membalas budi jasa kedua orang tua, yang perlu dilakukan adalah berbuatlah sesuatu agar mereka bisa jadi senang dan bahagia, menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan negara, termasuk sering berbuat amal, karena berbuat amal akan membuat mereka jadi senang… Anak yang sudah menikah dan istrinya yang sudah hamil, mereka juga akan mempunyai jiwa yang penuh walas kasih terhadap bayi dalam kandungan, menanti-nantikan kelahiran anaknya. Setelah bayi lahir, mereka juga dengan penuh perhatian memeliharan dan melindungi anaknya hingga tumbuh menjadi dewasa… SEDIKIT DEMI SEDIKIT, LAMA-LAMA JADI BUKIT 03/15/2010
Ditulis oleh CenJing pada tanggal 14 Maret 2010 Pada pagi hari ini, minggu tanggal 14 Maret 2010, saya membersihkan wastafel yang macet saluran pembuangan airnya, dengan peralatan yang sederhana saluran pembuangan airnya dapat dengan mudah dibuka, di dalamnya terdapat banyak endapan menyerupai lumpur dan rambut-rambut yang menyebabkan macetnya saluran pembuangan air wastafel. Secara perlahan-lahan saya membersihkan dan membuang endapan lumpur dan rambut-rambut yang menempel di dinding pipa saluran pembuangan air, setelah bersih saya pasang kembali pipanya dan wastafel tidak tersumbat lagi. Selesai mengerjakan hal tersebut di atas saya lantas berpikir, terakhir kali saya menyuruh tukang untuk mengganti saluran pembuangan air wastafel karena tersumbat kira-kira sudah 2 tahun. Dalam waktu 2 tahun endapan debu (jadi lumpur) dan rambut-rambut sudah mengumpul jadi begitu banyak dan menyumbat saluran pembuangan air. Hal ini membuat saya berpikir dan menganalisa lebih jauh, setiap orang yang menghuni rumah rata-rata dalam 1 hari menggunakan wastafel antara 5-7 kali, yaitu : Pagi hari saat bangun tidur, cuci tangan dan sikat gigi 1 kali. Saat makan pagi, cuci tangan 1 kali. Siang hari waktu makan siang, cuci tangan 1 kali. Sore hari saat mandi, cuci tangan dan sikat gigi 1 kali. Malam hari saat makan malam, cuci tangan 1 kali. Malam hari sebelum tidur, cuci tangan dan sikat gigi 1 kali. Jika dihitung-hitung, setiap orang setiap hari rata-rata pakai wastafel 6 kali. Nah, kalau pada saat memakai wastafel ada 1 helai rambut yang jatuh dari kepala dan menempel pada saluran pembuangan air, dapat kita banyangkan dalam 1 tahun (360 hari) ada 6 x 360 = 2160 helai rambut, kalau 2 tahun berarti ada 4320 helai rambut dan katakanlah 10% dari rambut tersebut yang menempel di dinding saluran pembuangan air, berarti dalam 2 tahun akan ada 432 helai rambut. Ditambah dengan debu/tanah/daki yang ada di telapak tangan yang pada saat dicuci tidak mengalir habis, tentu saja akan membuat saluran pembuangan air wastafel jadi macet. Kejadian ini menjadi tidak aneh kalau kita analisa seperti di atas, walaupun analisa ini kebenarannya sangat kecil. Lebih lanjut saya berpkir, kalau kita hati-hati pada saat memakai wastafel, misalnya dengan membuka keran air yang lebih besar, maka ada kemungkinan debu/rambut yang menempel jadi sedikit dan interval waktu tersumbatnya saluran pembuangan air lebih lama, mungkin jadi 3 tahun, mungkin 5 tahun atau lebih. Tapi apa yang terpikir lagi dalam benak saya ? bukan itu saja, saya jadi berpikir banyak kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari ada mirip walaupun tidak sama persis dengan kejadian menempelnya debu dan rambut di dinding pipa pembuangan air wastafel, apa itu ? Pertama-tama saya berpikir, dari kecil hingga dewasa sebagian dari kita melaluinya begitu saja, mungkin ada sebagian orang yang sangat hati-hati dengan keadaan kehidupan dirinya, hal ini berhubungan antara lain : Dari segi makanan, waktu masih muda saat tubuh masih sehat, makanan yang kita makan kemungkinan tanpa kita pikir terlalu jauh atau memang tidak pernah tahu akibat yang akan timbul dikemudian hari, misalnya makanan yang mengandung lemak yang sulit larut atau tidak bisa larut dalam darah, setelah melewati waktu yang lama, akan menjadi korestrol, atau mungkin juga akan menyebabkan tersumbatnya saluran-saluran pada pembuluh darah sehingga terjadi penyakit jantung koronel, atau keram di kaki, tangan dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu, apakah bisa dengan mudah dibersihkan atau dipulihkan seperti membersihkan saluran pembuangan air wastafel ? Dari perbuatan atau kejadian yang kita alami, mungkin disengaja maupun tanpa disengaja, katakanlah seseorang sering melakukan kesalahan, walaupun jenis kesalahannya kecil, lama-lama juga akan menumpuk menjadi kesalahan yang banyak dan berubah menjadi dosa yang besar, nah kalau sudah jadi dosa besar, ada kemungkinan semua hal yang akan kita kerjakan akan jadi tersumbat (ada halangan) seperti saluran pembuangan air wastafel dan apakah dosa besar tersebut bisa dibersihkan seperti membersihkan saluran pembuangan air wastafel seperti di atas ? Kalau dari kecil hingga dewasa kita sering melakukan perbuatan-perbuatan baik, walaupun kecil lama-lama juga akan terakumulasi jadi kebaikan besar dan ada kemungkinan semua hal yang akan kita kerjakan akan jadi lancar. Nah, kira-kira hal ini yang terpikir dalam benak setelah saya mengerjakan pembersihan pipa saluran pembuagan air wastafel. Saya menulis artikel ini tidak berarti saya mau menggurui siapapun, TIDAK! Saya tidak mempunyai maksud begitu… YANGLIK DAN IMLIK 03/14/2010
Di tulis oleh Cenjing pada tanggal 14 Maret 2010. Sistim perhitungan hari dalam kalender ada 2, yaitu menurut perhitungan perputaran Bumi pada Matahari dan perputaran Bulan pada Bumi yang lebih lazim dikenal dengan sebutan Yang Lik dan Im Lik. Dari kalender tersebut setiap tahun diberi nama Shio-nya, misalnya tahun 2009 adalah shio Sapi, tahun 2010 adalah shio Macan. Shio tersebut ada sebanyak 12, yang berarti setelah putaran 12 tahun maka shio-nya akan kembali lagi. Kapan perubahan nama shio itu terjadi, mengenai hal ini ada 2 versi pendapat. Umumnya pergantian shio itu dikatakan pada saat tahun baru Imlik, untuk tahun 2010 ini jatuh pada hari minggu tanggal 14 Pebruari 2010, jadi menurut versi ini tanggal 14 Pebruari 2010 shionya telah berganti dari shio Sapi menjadi shio Macan. Sedang versi lainnya mengatakan perubahan shio terjadi pada saat hari Lik Jun, Lik Jun adalah hari pertama dalam 1 tahun menurut perhitungan kalender berdasar perputaran Bumi pada Matahari. Lik Jun umumnya jatuh pada tanggal 4 Pebruari atau 5 Pebruari. Untuk tahun 2010 ini Lik Jun jatuh pada hari kamis tanggal 4 Pebruari. Penggunaan Lik Jun sebagai pergantian Shio sering digunakan oleh mereka yang menggunakan tanggal lahir untuk meramal nasib seseorang. Jadi menurut pendapat mereka hari Lik Jun adalah hari pertama pergantian Shio. Untuk tahun ini hari Lik Jun datang lebih awal dari tahun baru imlik. Diatas telah dikatakan, ada 12 nama shio yang dipakai untuk nama tahun yang berarti setiap 12 tahun shio-nya kembali lagi. Sebenarnya selain 12 shio tersebut, ada 5 unsur lagi yang dikombinasikan dengan shio tersebut, ke 5 unsur tersebut adalah air, kayu, api, logam (emas) dan tanah. Untuk tahun 2010 ini disebut dengan shio Macan Emas. Dalam perhitungan untuk meramal nasib seseorang berdasarkan tanggal lahir, ke 5 unsur tersebut mempunyai peran yang penting, artinya untuk perhitungan nasib seseorang umumnya para peramal memasukkan ke 5 unsur tersebut sehingga hasil ramalan menjadi lebih spesifik dan lebih mendetail. Kalau kita kalikan 12 shio dengan 5 unsur tersebut berarti 12 x 5 = 60, nah enam puluh tahun adalah interval yang lebih memiliki kemiripan shio seseorang. Dan enam puluh tahun ini sering disebut dengan nama Liu Se Fa Ciak Ce… Ditulis oleh CenJing pada tanggal 12 Maret 2010. Hari Tahun Baru Imlek sering disembut dengan nama Sin Cia merupakan hari yang sangat penting bagi hua ren diseluruh dunia, merupakan tradisi dan budaya yang turun temurun sejak ribuan tahun yang lampau. Juga merupakan hari baik dan sangat penting bagi umat Tao. Kegiatan perayaan penyambutan tahun baru Imlek kebanyakan dilakukan di Tao Kwan atau Kelenteng dan umumnya berlangsung hingga hari Cap Go Mek. Katakanlah di kota kecamatan Ampenan-Lombok, para pengurus Kelenteng Pao Hoa Kong telah mulai mempersiapkan penyambutan Tahun Baru Imlek sejak beberapa hari sebelum Imlek. Mereka membersihkan altar Dewa-Dewa, meja, langit-langit kelenteng dan juga lantainya. Pada saat malam hari sebelum imlek, hari ini lazim disebut dengan nama “Ju Si”, mereka bersama-sama dengan para umat Kelenteng menantikan kedatangan Tahun Baru Imlek di Kelenteng. Saat waktu tiba, mereka melaksanakan upacara sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga pada Dewa-Dewi. Setelah upacara sembahyang selesai, mereka saling mengucapkan : Selamat Tahun Baru Imlek, Semoga Sukses Di Tahun Ini, Usaha Lancar dan lain sebagainya, setelah selesai dengan hati yang gembira mereka pulang ke rumah masing-masing. Selain ini, umat Tao Lombok (juga umat Tao di seluruh Indonsia), pada malam tahun baru Imlek, mereka masing-masing telah menyiapkan sepasang lilin, satu dupa besar, dua belas dupa kecil, kemudian menaruh meja dihalaman terbuka, menghadap ke timur, dan menyiapkan 5 gelas (mangkok) kecil teh dan beberapa macam buah-buahan. 5 gelas teh diletakan setengah lingkaran membentuk tapal kuda mengelilingi tempat dupa, pada saat waktu tiba, mereka menyalakan lilin, membakar dupa besar sembah sujud 3 kali ke arah Timur (sembahyang Tuhan), kemudian membakar lagi 12 dupa kecil sembah sujud 3 kali, upacara ini disebut dengan nama “Ying Sen Ciek Fuk” atau “Ying Jun Ciek Fuk” Dini hari (hari tahun baru Imlek), dari pagi hari hingga malam hari umat yang datang ke Kelenteng Pao Hoa Kong sangat banyak, mohon perlindungan dan hoki pada Dewa-Dewi adalah suatu hal yang lumrah, karena ini adalah suatu hal yang baik dan pada saat hari baik pada umumnya doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan, inilah yang dimaksud dengan hari baik para Dewa-Dewi memberikan berkah khusus. Ada yang datang mohon perlindungan dan keselamatan keluarga, berbadan sehat, ada yang datang mohon agar bisnisnya bisa ramai dan mendapat keuntungan yang banyak, ada yang mohon semua persoalan bisa lancar dan sebagainya. Setelah lewat 8 hari, yaitu pada tanggal 8 malam dari kalender Imlek, para pengurus dan umat kelenteng kembali sembah sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para Dewa-Dewi, semoga semuanya bisa lancar dan sukses bisnisnya. Lewat 1 minggu kemudian, yaitu pada tanggal 15 dari kalender Imlek, hari ini disebut dengan nama Yen Siau Cek, lebih dikenal dengan sebutan Cap Go Mek. Kelenteng Pao Hoa Kong dari pagi hingga malam hari kembali dikunjungi umat yang sangat banyak, mereka mohon perlindungan dan rejeki dari para Dewa-Dewi. Pada jam 5 sore, para pengurus kelenteng bersama dengan umat melakukan upacara sembah sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para Dewa-Dewi. Upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta yang bernama Cok Gay Jien. Setelah selesai, mereka melaksanakan tugas yang telah diberikan, ada yang ditugaskan untuk mengatur acara panggung, ada yang ditugas untuk membagi mie panjang umur kepada umat, ada yang ditugaskan meminjamkan angpao untuk usaha dagang. Pada malam ini, umat yang datang ke Kelenteng sangat banyak, mereka bergembira melewati hari Cap Go Mek… OTAK TENGAH 11/12/2009
Di tulis oleh CenJing, pada tanggal 9 Maret 2010. Dewasa ini para ahli meneliti tentang peran otak manusia. Dikatakan otak manusia selain terdiri atas otak kanan dan otak kiri, juga terdiri atas otak tengah. Otak kiri menangani hal-hal yang bersifat logic, seperti membaca, menulis menghitung matematika dan lain sebagainya. Sedangkan otak kanan menangani hal-hal yang bersifat abstrak, seperti seni lukis, seni gambar dan sebagainya. Otak tengah terletak ditengah-tengah antara otak kiri dan otak kanan, dikatakan otak tengah sebagai penetral antara hal-hal yang bersifat logic dan abstrak. Di dalam otak tengah terdapat syaraf-syarat. Syaraf-syaraf otak tengah ini dapat diaktifkan fungsinya. Para ahli dari berbagai negara sedang mengembangkan teknik untuk mengaktifkan syaraf dari otak tengah, diantaranya ada yang telah menemukan cara untuk mengaktifkan syaraf otak tengah dengan menggunakan gelombang suara dengan frekwensi tertentu. Syaraf otak tengah yang telah diaktifkan dan jika bisa bekerja dengan baik maka mereka dapat “melihat” sesuatu walaupun matanya dalam keadaan tertutup. Sehubungan dengan penelitian ini, dikatakan kelelawar, sebagian ikan-ikan di dalam air (laut) melihat mangsanya bukan dengan menggunakan mata mereka, tetapi menggunakan pancaran dari gelombang otak, frekwensi otak yang dipancar keluar jika mengenai sesuatu benda, maka akan mengembalikan gelombang, frekwensi yang kembali tersebut ditangkap oleh syaraf otak dan mereka mengetahui benda apa yang mengembalikan gelombang tersebut. Dalam latihan mengaktifkan syaraf otak tengah, pada hari minggu tanggal 7 baru-baru ini, penulis mengikuti suatu demo anak-anak yang berusia antara 5-15 tahun yang baru saja diaktifkan syaraf otak tengahnya. Mereka dengan mata tertutup dapat “melihat” suatu kartu yang sedang dipengang ditangannya, baik angka maupun warnanya. Bahkan ada seorang anak yang mampu membaca berita dalam suatu surat kabar dengan mata tertutup kain, ada juga yang bisa membaca angka NIK (kertu penduduk) dari salah seorang penonton demo... Penulis bertanya pada 2 orang anak peserta berusia sekitar 7 tahun yang melakukan demo setelah syaraf otak tengahnya diaktifasi : dik, pada saat anda memegang kartu dengan mata tertutup, bagaimana cara anda mengetahui angka kartu tersebut dan juga warnanya ? mereka menjawab : pada saat saya pegang kartu, angka yang tertera pada kartu muncul di otak saya dan warna kartu juga muncul. Tadi saya melihat anda selain memegang kartu anda mencoba mencium bau kartu dan ada peserta lain yang mencoba mendengar kartu (meletakan kartu ditelinganya) itu untuk apa ? ke 2 orang anak itu menjawab, kadang-kadang pada saat memegang kartu kita belum tahu angka dan warna kartu, kita coba dengan mencium bau kartu dan jika belum berhasil maka dicoba untuk mendengar kartu tersebut. Umumnya pada saat tidak konsentrasi, angka dan warna kartu tidak akan muncul di dalam otak, begitu komentar mereka… |